Author: Lanud RSN

  • Rapat Koordinasi Satgas Karhutla di Prov. Riau Tahun 2019

    Rapat Koordinasi Satgas Karhutla di Prov. Riau Tahun 2019
    Satuan Tugas  Pos Komando penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tahun 2019 melaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Riau Dr. H. Syamsuar, M.Si, bertempat di Ruang rapat Posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (27/2).
    Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, Kapolda Riau Irjen. Pol. Widodo Eko Prihastopo, Kadis LHK Prov. Riau, Kadis TPH-BVN Prov. Riau serta seluruh unsur yang terkait.

    Gubernur Riau dalam sambutannya mengatakan untuk mengatasi kebakaran lahan, dibutuhkan sinergitas dan keterlibatan semua pihak.  Apalagi saat ini cuaca di Riau masuk musim kering, sehingga cukup berptensi terjadinya kebakaran lahan.

    “kita memiliki perhatian besar secara bersama dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat untuk wilayah Riau.  Dalam kesempatan ini satuan tugas (Satgas) sudah berfungsi dan siaga 24 jam” lanjut Gubernur Riau.

    Gubernur juga menyampaikan Karhutla yang terjadi di Riau bukan menjadi atensi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, melainkan atensi bersama-sama bagaimana menanggulangi Karhutla tidak menyebar luas.

    Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, di sela-sela rapat mengatakan untuk satgas Udara sudah menyiapkan pesawat Casa 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh Malang untuk melaksanakan hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), 1 heli Puma SA-330 dari Skadron 8 Lanud Atang Sanjaya Bogor untuk melaksanakan patrol Karhutla dan dalam dekat ini akan datang 2 Heli BNPB untuk melaksanakan Water Bombing.

    Usai melaksanakan Rapat koordinasi rombongan meninjau lokasi kebakaran di Kec. Rupat Kab. Bengkalis dengan menggunakan Heli Puma SA-330.

  • Sosialisasi PP Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pengamanan Wilayah Udara di Lanud Rsn


    Sebanyak 40 perwira Lanud Roesmin Nurjadin mengikuti kegiatan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pengamanan Wilayah Udara dan sosialisasi Hukum Humaniter Internasional, Hukum Ham dan Hukum Udara, bertempat di Ruang rapat Arjuna Lanud Rsn, Senin (27).

    Dalam sambutannya Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. mengucapkan terimakasih kepada tim sosialisasi, yang telah berkenan hadir meluangkan waktu di Lanud Roesmin Nurjadin ini untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang baru, dalam mendukung tugas-tugas TNI AU yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya dilingkungan Lanud Roesmin Nurjadin.

    ”Saya mengharapkan kepada seluruh anggota Lanud Roesmin Nurjadin yang ikut dalam kegiatan ini untuk dapat menyimak dan memahami semua materi-materi hukum yang disampaikan oleh tim sosialisasi hukum dari Diskumau nantinya.   Tentunya hal tersebut sangat memberikan manfaat bagi kita semuanya personel Lanud Roesmin Nurjadin, guna mendukung tugas-tugas  kedepan yang lebih komplek”, lanjut Danalanud Rsn.

    Kepala Dinas Hukum TNI Angkatan Udara (Kadiskumau) Marsekal Pertama TNI S. Damanik, S.H,.M.H dalam sambutannya mengatakan pengamanan dan penegakan hukum di wilayah udara merupakan tugas TNI AU sebagaimana dinyatakan didalam undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Dengan terbitnya PP nomor 4 tahun 2018 tentang pengamanan wilayah udara RI akan semakin memperkuat landasan hukum bagi TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya dalam rangka mempertahankan dan menjaga kedaulatan negara di wilayah udara nasional.

    “Selain hukum udara, hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia merupakan materi yang penting untuk diketahui oleh para perwira TNI AU dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar dan tidak terkendala adanya permasalahan hukum sebagai akibat adanya kesalahan dan kekurang pahaman terhadap hukum yang berlaku.   penyimpangan yang dilakukan oleh prajurit TNI AU akibat kurang memahami hukum Humaniter Internasional dan HAM  tentu akan berimplikasi terhadap sanksi yang diterima, baik berupa sanksi hukum maupun sanksi moral dan tentu saja berpengaruh bagi pribadi maupun satuan bahkan nama baik negara.   Oleh karena itu pemahaman hukum Humaniter Internasional dan HAM bagi prajurit TNI AU merupakan sesuatu yang mutlak.

    Kadiskumau juga menyampaikan penyelenggaraan sosialisasi PP Nomor 4 tahun 2018 tentang pengamanan wilayah udara RI serta hukum Humaniter Internasional dan hukum hak asasi manusia bagi perwira TNI AU ini bertujuan untuk membekali para perwira TNI AU agar memiiki kemampuan dalam memahami peraturan terkait penegakan hukum dalam rangka pengamanan wilayah udara RI dan mampu memahami prinsip-prinsip dalam hukum Humaniter Internasional dan hukum hak asasi manusia yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sesuai tupoksinya.

    Turut hadir dalam acara pembukaan, Brigjen TNI (Purn) Natri Anshari, S.H,LLM dari ICRC, Kasubdis Humdirga Kolonel Pnb Dr. Supri Abu, S.H., M.H., Ibu Dinihari Puspita (ICRC) Para Kadis dan Komandan Satuan serta para peserta sosialisasi.  Di akhir kegiatan sosialisasi, dilaksanakan penyerahan Cindramata dari Danlanud kepda Kadiskumau dan ICRC.

  • Personel Lanud Rsn Ikut Serta Laksanakan TMMD di Kab. Kuantan Singingi


    Personel Lanud Roesmin Nujadin ikut serta dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Tahun 2019 di Desa Teberau Panjang Kec. Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi  Provinsi Riau, yang di buka oleh Bupati Kuantan Singingi  Drs. H. Mursini, M.Si, Senin (26/2).

    Dalam sambutanya Bupati Kuantan Singingi  menyampaikan bahwa  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan satu bentuk bhakti TNI dalam memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dan membantu usaha kegiatan pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    “melalui program TMMD ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, sebab proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil program TMMD”, Ujar Bupati.

    Hadir dalam upacara pembukaan TMMD ke-104, Danrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., Wakil Bupati Kuantan Singingi, Forkopimda Kab. Kuantan Singingi, Dandim 0302/Inhu, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Asisten Staf Ahli, Kepala OPD dan Kepala bagian di lingkungan pemerintah Kab. Kuantan Singingi.

  • Danlanud Rsn Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Gubernur Riau

    Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. menghadiri serah terima jabatan dan pisah sambut Gubernur Riau dari Wan Thamrin Hasyim kepada Dr. H. Syamsuar, M.Si, yang berlangsung di gedung daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin, (25/2).

    Turut hadir pada kegiatan tersebut, Mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Kapolda Riau Irjen. Pol. Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Kajati Riau Uung Abdul Syakur, S.H, M.H, Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Walikota Pekanbaru dan pejabat Pemprov Riau serta Bupati se Riau.

    Pada sambutnnya Wan Thamrin menjelaskan tentang program yang telah dijalaninya disisa jabatan ataupun ketika masih bersama Andi Rachman, diantaranya progres tol Pekanbaru-Dumai, tol Pekanbaru-Padang, embarkasi haji hingga pembuatan muatan lokal di Riau.
    “Walaupun tidak banyak yang dibangun bersama pak Andi di Riau, harapan kami hanya goresan kecil menambah lembaran bangunan di Riau, kami juga mohon maaf jika pergaulan selama ini ada yang tidak baik”, tutur Wan Thamrin.

    Gubernur Riau Dr. H. Syamsuar, M.Si mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada mantan Gubernur Riau/wakil Gubernur Riau 2016-2018 yang telah melaksanakan tugas dengan baik sebagai gubernur dan wakil Gubernur Riau.

    Dalam pelaksanaan sertijab tersebut juga ditandangi dengan pemberian cindra mata dari Gubernur Riau Syamsuar dan Wagubri kepada Mantan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim.

    Pemberian cindra mata juga dilanjutkan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Bupati/Walikota se Riau.

  • Danlanud Rsn Dampingi Panglima TNI Tinjau Lokasi Karhutla di Kab. Bengkalis


    Seusai mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. beserta rombongan langsung meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis menggunakan Heli Caracal dan Puma milik TNI AU, Sabtu (23/2).

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan di hadapan awak media bahwa sesuai dengan perintah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk segera memberikan perkuatan Prajurit TNI kepada pasukan yang sedang melakukan pemadaman api di Bengkalis.  Oleh sebab itu, saya segera meluncur ke Riau dalam rangka melihat langsung terkait Karhutla sesuai laporan dari satelit yang memiliki potensi kebakaran sangat tinggi, diwilayah  Rokan Hilir, Dumai dan Rupat, Bengkalis.

    “Apabila memang terjadi kebakaran, pasukan yang mengendap akan memberikan informasi melalui radio dan segera akan mengirimkan pasukan menggunakan Helikopter”, lanjut Panglima TNI.

    Panglima TNI juga mengatakan akan menempatkan Helikopter yang akan ditempatkan di Dumai. untuk reaksi cepat apabila ada laporan Karhutla terjadi, selain itu juga untuk mendukung transportasi pasukan dan mendukung logistik apabila kekurangan minuman, makanan, termasuk fuel atau bahan bakar.

    Turut mendampingi Panglima TNI meninjau kondisi Karhutla, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo dan Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI Marsma TNI Kukuh Sudibyanto, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., Dandrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Wahyu Widada.

  • Danlanud Rsn Sambut Kedatangan Panglima TNI


    Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. sambut kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke Pekanbaru Riau, didampingi oleh Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo dan Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI Marsma TNI Kukuh Sudibyanto, menggunakan pesawat Boing 737 A-7307 Skadron Udara 17 bertempat di Baseops Lanud Rsn, Sabtu, (23/2).

    Kedatangannya di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, disambut oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution Dandrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Wahyu serta para pejabat Lanud Rsn.

    Dalam agendanya kunjungan kerja Panglima TNI ke Provinsi Riau langsung menggelar Rapat bersama Pangdam I/BB beserta unsur yang terkait di ruang Arjuna Lanud Rsn selanjutnya PAnglima beserta rombongan meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis menggunakan Heli Caracal dan Puma milik TNI AU.

    Pada malam harinya Panglima TNI beserta rombongan mengunjungi Pondok Pasantren Nurul Huda Al Islami jalan Handayani Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru.

  • Danlanud Rsn Tutup Latihan Survival Dasar ”Lancang Kuning 2019”


    Setelah melaksanakan latihan selama dua hari, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. menutup secara resmi Latihan Survival Dasar ”Lancang Kuning 2019” bertempat di Danau Buatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu, (23/2).

    Dalam sambutannya Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. mengatakan dengan telah berakhirnya latihan survival dasar ini, tentunya para peserta latihan telah disegarkan kembali ingatannya mengenai bagaimana melakukan survival dasar, terutama dalam teknik melaksanakan sere yaitu survive, evasion, resistance dan escape, sehingga  dapat bertahan hidup di dalam suatu kondisi darurat, karena saat menghadapi kondisi darurat, tidak cukup hanya bermodalkan kemauan saja, akan tetapi juga mutlak diperlukan pengetahuan yang tepat.

    ”Saya berharap latihan survival dasar yang baru saja dilaksanakan ini benar-benar dapat dimengerti dan dihayati, sehingga pada gilirannya nanti ketika menghadapi situasi yang sebenarnya, maka kalian akan mampu melaksanakan survival dengan sebaik-baiknya”, lanjut Danlanud Rsn.

    Di akhir sambutan Danlanud Menyampaikan kepada para peserta latihan, jadikanlah latihan ini sebagai tambahan bekal ilmu agar mampu menghadapi tugas di masa mendatang, yang tentu memiliki berbagai tantangan yang tidak ringan.   Kemudian kepada para pendukung, pelatih serta seluruh panitia latihan, tetap laksanakan konsolidasi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan ini, sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan latihan-latihan berikutnya dengan lebih baik.

  • Pilot Pesawat Hawk 209 Lakukan Eject


    Latihan Survival Lancang kuning-19 menguji ketahanan dan ketangkasan. Para pilot dan teknisi  baik dari Skadron Udara 12, Skadron Udara 16, Skadron Teknik 045 dan staf Lanud Rsn di wilayah Danau Buatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (23/2/19).

    Komandan Lanud Rsn Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T.,M.M., berpesan kepada seluruh peserta survival agar kegiatan ini dilaksanakan dengan baik dan ikuti prosedur pelatih agar keselamatan dan keamanan tetap terpelihara, saya berharap jadikan latihan ini untuk menguji ketangkasan dan keahlian sebagai seorang prajurit penerbang dan teknisi maupun pendukung.

    Selanjutnya Komandan Wing 6 Lanud Rsn, Kolonel Pnb M. Arwani selaku Direktur Latihan menyampaikan bahwa, skenario latihan  pada operasi udara terjadi keadaan darurat akibat tertembaknya sayap pesawat Hawk 209 waktu melaksanakan patroli udara  bersenjata di area buatan yang disinyalir telah diduduki oleh kekuatan darat musuh.

    Pilot laksanakan eject dan jatuh di lokasi musuh, sedangkan pesawat tempur lainnya mencoba membombardir daerah musuh, namun harus kembali  ke home base karena kehabisan fuel.
    Kemudian  crew pesawat yang eject tersebut menyelamatkan diri, melarikan diri dan bertahan hidup hingga mendapat bantuan.

    Selanjutnya Komandan Wng 6 Lanud Rsn mengatakan bahwa, para survivor atau crew tersebut akan mengimplementasikan  teori SERE, yaitu survive untuk bertahan hidup, evasion untuk menghindari penangkapan musuh, resistance untuk daya tahan tubuh, dan escape untuk meloloskan diri.

    Skenario latihan mirip seperti kondisi sesungguhnya ketika operasi pertempuran.

    Di hutan, para air crew harus melewati berbagai rintangan yang dibuat musuh. Sementara itu, untuk makan, para prajurit ini harus memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.


    Apa pun yang ada di alam bisa dimakan. Para crew yang kini sebagai survivor  memburu beberapa ekor ular piton yang kemudian mereka santap. Saat sedang makan, para prajurit ini pun terpaksa harus melarikan diri karena diserang musuh.

    Selain di hutan, para penerbang tempur yang pesawatnya jatuh di laut pun harus bisa menyelamatkan diri. Mereka yang hanya berbekal perahu karet harus bisa menyelamatkan diri dari serangan udara satu flight Hawk 209 unsur tempur Hawk sedang melaksanakan patroli udara bersenjata di area buatan yang disinyalir telah diduduki kekuatan musuh.

    Mayor Pnb Fardinal Umar sebagai Komandan Latihan dapat mengendalikan situasi dan kondisi sehingga  korban tidak ada berjatuhan.

    Kemudian Komandan Latihan Mayor Pnb Fardinal melaporkan ke Direktur Latihan Kolonel Pnb Arwani bahwa kegiatan latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan rencana.

  • Ketangguhan Penerbang dan Ground Crew Kembali Diuji Dalam “Lancang Kuning 19”


    Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto, S.T., M.M. membuka secara resmi latihan Survival Dasar dengan sandi “Lancang Kuning 19” yang ditandai dengan penyematan pita tanda peserta dan tanda pelatih pada upacara pembukaan yang berlangsung di Apron Baseops Lanud Rsn, Jumat (22/2).

    Dalam sambutannya Danlanud Rsn Menyampaikan latihan survival dasar ini, merupakan hal rutin yang dilaksanakan, guna terus memantapkan pengetahuan dan kemampuan para awak pesawat terbang, untuk selalu siap menghadapi apabila terjadi kondisi emergensi dalam melaksanakan tugas yang mengharuskan untuk dapat bertahan hidup dalam keadaan darurat.

    ”Dengan latihan ini, diharapkan para awak pesawat terbang dapat me-refresh kembali pengetahuan dasar mengenai hal-hal apa saja yang harus diketahui agar dapat survive, juga melatih kemampuan fisik dan mentalnya ketika mengalami keadaan darurat di daerah kawan atau musuh yang terbatas sebelum pertolongan datang dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugas operasi”, lanjut Danlanud Rsn.

    Di akhir sambutannya Danlanud Rsn menekankan kepada seluruh peserta latihan untuk dapat mengikuti dan melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Perhatikan setiap prosedur serta ketentuan-ketentuan maupun aturan yang telah ditetapkan oleh pelatih. Selalu jaga keselamatan dan keamanan diri sendiri maupun kelompoknya, serta lakukan penyesuaian dengan lingkungan tempat latihan, supaya dapat terhindar dari kemungkinan yang tidak kita inginkan bersama.

    Untuk pelaksanaannya setiap peserta yang terdiri dari para Perwira akan diberikan materi tentang baca jejak/kompas siang, penyeberangan basah, kompas dan caraka malam, pengenalan LCR, praktek dan latihan Sea Survival serta survival darat.

    Direncanakan latihan ini akan berlangsung selama dua hari dengan lokasi di daerah danau buatan, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.