Author: Lanud RSN

  • Sosialisasi Komunikasi Potensi Dirgantara di Lanud Rsn

    Tak kurang dari 200 orang yang terdiri dari anggota Lanud Roesmin Nurjadin, Yonko 462 Paskhas, kemudian anggota FKPPI, Menwa Indra Pahlawan Riau serta Saka Dirgantara Lanud Rsn mengikuti kegiatan Sosialisasi Komunikasi Potensi Dirgantara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Lanud Rsn, Senin (24/7).

    Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P.,M.A dalam sambutannya yang dibacakan oleh Danwing 6 Kolonel Pnb Radar Soeharsono menyampaikan bahwa selain melaksanakan tugas pokoknya menjaga kedaulatan udara NKRI, TNI AU juga melakukan pemberdayaan wilayah pertahanan yang berada di sekitar wilayah lanudnya masing-masing, salah satunya dengan melakukan pembinaan potensi dirgantara.

    “Kegiatan pembinaan potensi dirgantara dilaksanakan agar masyarakat semakin mengenal, dekat serta memahami apa dan bagaimana tugas yang diemban oleh TNI AU. Selain itu diharapkan minat dan rasa cinta dirgantara dari generasi muda khususnya akan semakin tumbuh dan meningkat, dan ini dapat dilakukan salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi”, lanjut Danlanud.

    Ditambahkan oleh Danlanud, melalui kegiatan seperti ini, di samping dapat mempererat jalinan tali silaturahmi antara Lanud Roesmin Nurjadin dengan seluruh peserta dan masyarakat yang hadir saat ini, diharapkan juga akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para peserta yang hadir mengenai potensi dirgantara.

    Sementara Itu, Paban IV Komsos Potdirga Spotdirgaau Kolonel Pnb Andi G. Wirson, mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial dirgantara merupakan salah satu metode  dari penyelenggaraan pembinaan potensi dirgantara, dengan tujuan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bela negara cinta tanah air serta berwawasan kebangsaan.

    “Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak Lanud Roesmin Nurjadin serta seluruh peserta sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar”, ujarnya.

  • Latma Manyar Indopura XV/17 TNI AU-RSAF Resmi Dimulai

    TNI AU dan RSAF (Republic of Singapore Air Force) kembali menggelar Latihan Bersama (Latma) bertajuk Manyar Indopura XV/17 yang berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin, dan secara resmi dibuka melalui sebuah upacara pembukaan di Ruang Arjuna Lanud Rsn, Rabu (19/7).

    Latihan ini melibatkan dua helikopter dari TNI AU yaitu helikopter Super Puma dan Puma dari Skadron Udara 6 dan 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor serta dua pesawat helikopter Super Puma dari 126th Squadron RSAF. Selain itu latihan ini juga didukung oleh sekitar lima puluh personel baik dari TNI AU maupun RSAF.

    Rencananya latihan ini akan berlangsung hingga tanggal 25 Juli mendatang, dimana personel dari kedua Angkatan Udara akan melaksanakan beberapa latihan yang berhubungan misi Search and Rescue (SAR) seperti evakuasi medis, dropping logistic serta Combat SAR.

    Komandan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja yang sekaligus bertindak selaku Exercise Director mengatakan bahwa latihan ini merupakan bentuk kerja sama kedua negara dalam bidang militer, khususnya dengan alutsista helikopter yang melibatkan tiga Skadron Udara yaitu Skadron Udara 6 dan 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor, serta 126th Squadron RSAF.

    “Tujuan utama dari latihan ini adalah semakin eratnya hubungan kedua negara dan Angkatan Udaranya, disamping itu melalui latihan bersama ini juga seluruh personel yang terlibat dapat saling berdiskusi, serta bertukar pikiran dan pengalaman yang pastinya akan sangat berguna dalam menjalankan tugas”, tambahnya.

    Sementara itu LTC Chan Kwai Kiong dari 126th Sq RSAF menyampaikan bahwa latihan ini merupakan kesempatan bagi kedua personel Angkatan Udara untuk dapat bekerja sama dan juga berbagi pengalaman serta keahlian dalam bertugas.

    “Melalui latihan ini juga akan semakin mempererat hubungan baik antara kedua negara maupun Angkatan Udaranya dan saya yakin hubungan ini terjalin semakin erat sampai masa mendatang”, lanjutnya.  

    Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H Age Wiraksono, S.I.P., M.A., menyampaikan ucapan selamat berlatih serta berpesan kepada seluruh peserta latihan untuk selalu mengutamakan dan mengedepankan faktor safety dan keamanan agar seluruh rangkaian latihan dapat berjalan dengan aman, lancar dan selamat hingga nanti berakhir.

  • Tingkatkan Skill Menembak Prajurit Dengan Latihan

    Skill atau kemampuan akan semakin bertambah dan meningkat dengan berlatih. Untuk itu personel Lanud Roesmin Nurjadin mengikuti latihan menembak guna meningkatkan kecakapan dan keterampilannya dalam menembak, yang dilaksanakan di lapangan tembak Lanud Rsn, sejak Senin (17/7)

    Latihan menembak ini  merupakan latihan rutin dan bagian dari program kerja Lanud  Roesmin Nurjadin untuk membina kemampuan dan profesionalisme prajurit, serta meningkatkan kesiapan prajurit khususnya dalam keterampilan menembak.

    Dikatakan oleh staf Seksi Senjata Lanud Rsn Mayor Tek Eriya Bratanto sebelum latihan dimulai, yang perlu diperhatikan dan diutamakan sebelum, selama serta sesudah latihan menembak adalah faktor safety, keamanan serta mengikuti prosedur yang berlaku.

    “Karena peluru yang digunakan dalam latihan ini adalah peluru sebenarnya atau amunisi tajam, sehingga ketiga hal tersebut sangat penting untuk selalu dilaksanakan, agar latihan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar”, tambahnya.

    Lebih lanjut, karena jumlah personel Lanud yang cukup banyak maka latihan ini pelaksanaannya terbagi dalam beberapa hari. Kemudian, personel Lanud akan berlatih menggunakan senjata laras pendek jenis pistol dengan jarak 25 meter, serta senjata laras panjang berjarak 100 meter yang menggunakan 3 sikap yakni sikap tiarap, duduk dan berdiri.

  • Usai Laksanakan Patroli, F-16 Skadron Udara 16 Kembali ke Home Base


    Empat pesawat tempur F-16 fighting falcon dari Skadron Udara 16 kembali ke “home base” nya di Lanud Roesmin Nurjadin setelah selesai melaksanakan tugas patroli udara di wilayah barat Indonesia, Jum’at (14/7).

    Dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 16 Letkol Pnb Nur Alimi, Skadron Udara 16 melaksanakan tugas patroli udara dan pengamanan wilayah barat Indonesia dengan sandi Operasi Lintas Elang-17, dengan home base di Lanud Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

    Selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Juli, burung besi penjaga tanah air ini terbang dari wilayah ujung barat sampai ke aarah Medan, kemudian dari sebelah utara dan timur terbang mulai dari ujung Sabang sampai dengan batas Selat malaka.

    Sebanyak 67 personel dilibatkan dalam latihan ini, yang terdiri dari para penerbang, teknisi serta staf pendukung. Kemudian juga didukung oleh dua pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk pergerakan personel dan peralatan, serta satu helikopter Puma TNI AU untuk melaksanakan standby SAR.

    Kedatangan kembali pesawat tempur ini disambut langsung oleh Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., didampingi pejabat Lanud di Shelter Skadron Udara 16.

    “Atas nama warga Lanud Roesmin Nurjadin, saya ucapkan terima kasih dan rasa bangga, karena tugas yang diemban oleh Skadron Udara 16 di Lanud Sultan Iskandar Muda telah dapat dilaksanakan dengan baik, aman, lancar dan tanpa kendala hingga kembali ke home base”, ujar Danlanud Rsn.

  • Yasinan Dan Do’a Bersama Lanud Rsn

    Segenap warga Lanud Roesmin Nurjadn dan Yonko 462 Paskhas baik militer maupun PNS mengikuti kegiatan yasinan dan do’a bersama yang dilaksanakan di Masjid Amrullah Lanud Rsn, Kamis (13/7) malam.

    Diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, doa bersama kemudian diakhiri dengan shalat Isya berjamaah.

    “Kegiatan yasinan dan do’a bersama ini merupakan hal rutin yang dilaksanakan oleh Lanud Roesmin Nurjadin pada minggu ke dua dan ke empat setiap bulannya”, ujar Kabintal Lanud Rsn Letkol Sus H.M. Zukri, S.Ag.

    Lebih lanjut dikatakan Kabintal, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para personel, karena dengan peningkatan iman dan takwa tentu akan berdampak positif baik dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan.

    “Selain itu, dalam acara malam ini, warga Lanud Rsn dan Yonko 462 juga memanjatkan doa memohon kepada Allah SWT supaya memberikan keselamatan, kemanan, kelancaran dan kesuksesan untuk beberapa kegiatan yang akan berlangsung di wilayah Lanud Roesmin Nurjadin, seperti Latihan Trisula Perkasa, Latma Manyar Indopura dan Latma Elang Thainesia”, tutup Kabintal.

  • Kebun Sayur Lanud Rsn Dikunjungi Tim BKP Kementan RI

    Telah lama Lanud Roesmin Nurjadin memberdayakan lahan yang berada di wilayahnya untuk dapat dijadikan tak hanya sebagai lahan hijau namun juga produktif, salah satunya adalah dengan adanya kebun sayur di Lanud Rsn.

    Dan ini menjadi daya tarik tersendiri, dengan berkunjungnya tim dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI ke kebun sayur Lanud Rsn, Kamis (13/7).

    Tim yang terdiri dari Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Ir. Tri Agustin Setiarini, MM., Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan Ir. Solihin, MM., dan Kepala Subbidang Pengembangan Pangan Lokal Sri Rebecca, STP, M.Si., yang didampingi staf dari Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau ini diterima langsung oleh Mayor Tek Karta Suhanda selaku penanggung jawab lahan pertanian yang berada di Lanud Rsn.

    Dalam kesempatan ini, Mayor Karta memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan lahan yang berada di wilayah Lanud Rsn yang berhubungan dengan ketahanan pangan, salah satunya adalah kebun sayur.

    “Selain kebun sayur, di Lanud Rsn juga terdapat beberapa pemanfaatan lahan lain seperti kebun jagung serta lahan persawahan yang dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah”, tambahnya.

    Dikatakan oleh Mayor Karta, tim dari BKP Kementan RI memberikan apresiasinya terhadap apa yang telah dilakukan oleh Lanud Rsn dalam memanfaatkan lahan serta mendukung program ketahanan pangan pemerintah, dan berharap akan semakin baik dan meningkat kedepannya.
     

  • Skadron Udara 16 Laksanakan Patroli Udara

    Satu flight pesawat tempur F-16 fighting falcon dari Skadron Udara 16 Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin bertolak menuju Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh untuk melaksanakan kegiatan patroli udara terpadu, Senin (10/7).

    Rencananya, empat pesawat tempur yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 16 Letkol Pnb Nur Alimi akan berada di Lanud Sultan Iskandar Muda hingga 13 Juli mendatang.

    Selain empat pesawat F-16 fighting falcon, latihan ini juga melibatkan  67 personel yang terdiri dari para penerbang, teknisi serta staf pendukung. Dua pesawat C-130 Hercules TNI AU juga turut mendukung pergerakan personel serta peralatan yang dibutuhkan.

  • Lettu Pnb Nehemia Anang “Kestrel” Wijaya Capai 1000 Jam Terbang

    Lettu Pnb Nehemia Anang “Kestrel” Wijaya, salah satu penerbang dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin menorehkan prestasi yang membanggakan, dengan telah mencapai 1000 jam terbang di atas cockpit pesawat tempur F-16 fighting falcon, Kamis (6/7).

    Pencapaian ini sendiri ditandai dengan sebuah acara tradisi yang berlangsung di Shelter Skadron Udara 16.

    “Sebagai penjaga kedaulatan negara dan bangsa di udara, tentu TNI Angkatan Udara akan membutuhkan para penerbang yang handal serta memiliki kemampuan dan keahlian yang mumpuni, dimana hal tersebut kan didapat seiring dengan pendidikan dan pelatihan yang dilalui, serta bertambahnya jam terbang, sehingga mampu mendukung satuan untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugas”, ujar Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A.

    Untuk itu, atas prestasi yang diraih oleh Lettu Pnb Nehemia Anang W, Danlanud atas nama pribadi dan keluarga besar Lanud Rsn mengucapkan selamat dan turut berbangga, karena untuk mencapai prestasi ini bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi memerlukan kerja keras serta dedikasi yang tinggi.

    “Jangan cepat berpuas diri, namun jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk dapat mencapai hasil yang lebih tinggi serta meningkatkan profesionalisme, sehingga mampu memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas yang diemban”, pesan Danlanud.

    Tak lupa Danlanud juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas segala dedikasi, loyalitas dan kerja keras yang telah diberikan oleh Komandan Skadron Udara 16 beserta jajarannya, sehingga salah satu penerbangnya mampu meraih pencapaian 1000 jam terbang.

    Lettu Pnb Nehemia Anang “Kestrel” Wijaya sendiri dilahirkan 28 tahun silam di Yogyakarta. Perwira lulusan AAU 2011 dan Sekolah Penerbang (Sekbang) A-83 ini dalam kesehariannya bertugas sebagai Ps. Kasubsilat Skadron Udara 16 Lanud Rsn.

    Turut hadir dalam kegiatan ini para Kepala Dinas, Komandan Satuan, para Kasi serta seluruh personel Skadron Udara 16.

  • Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca Untuk Cegah Karhutla Riau

    Untuk mencegah serta mengantisipasi timbulnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau, berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yang diresmikan penggunaannya di Shelter Charlie Lanud Rsn, Rabu (5/7).

    Penerapan TMC di provinsi Riau ini dibuka oleh Ka BB TMC BPPT DR. Trihandoko Seto, M.Sc., dan Kasrem 031/WB mewakili Danrem 031/WB Brigjen TNI Abdul Karim, yang dihadiri Kapolda Riau, Danlanud Rsn, Kajati Riau, Ka BMKG Pekanbaru, Kabasarnas Pekanbaru serta para pejabat terkait.

    Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) adalah suatu bentuk upaya intervensi manusia pada sistem awan untuk mengkondisikan cuaca agar berperilaku lebih mengarah sesuai dengan yang dibutuhkan, umumnya adalah untuk meningkatkan intensitas curah hujan atau mempercepat proses hujan di suatu tempat.

    Untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan diwilayah target, telah ditempatkan personel di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet) di daerah Pelalawan dan Dumai. Setelah laporan dan analisis dari tim BMKG diterima, maka kegiatan TMC dapat dilaksanakan yang didukung satu unit  unit pesawat jenis Cassa 212-200 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

    Dalam kesempatan ini Ka BB TMC BPPT DR. Trihandoko Seto, M.Sc dan Kasrem 031/WB sama-sama menyampaikan kepada seluruh unsur yang ada di provinsi Riau untuk dapat mensukseskan kegiatan TMC ini, karena upaya ini akan dapat berhasil dengan adanya kerja sama yang baik dari semua pihak.

    Sementara itu Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H Age Wiraksono, M.A., mengatakan baik personel, alutsista serta sarana pendukung dari Lanud Roesmin Nurjadin akan selalu siap mendukung upaya Satgas untuk mencegah Karhutla, termasuk pelaksanaan penerapan TMC di Riau.

    “Karena sudah menjadi komitmen kita bersama, Satgas Karhutla Riau, untuk dapat mencegah Karhutla dan mencapai Riau Bebas Asap”, ujar Danlanud.