Author: Lanud RSN

  • SATGAS TANGGAP DARURAT ASAP TERIMA HELI UNTUK JANGKAU WILAYAH TERPENCIL

     

    Satu unit heli Bell milik TNI AD diperbantukan ke Satgas Tanggap Darurat di Riau. Heli ini akan digunakan untuk mengangkut pasukan ke daerah yang sulit dijangkau.

    Pesawat Heli Bell ini tiba di Pangkalan TNI Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada Jumat (28/3/2014) sore. Begitu sampai sejumlah kru langsung membersihkan baling- balingnya.

    Menurut juru bicara Satgas Tanggap Darurat, Kolonel Robert, heli tersebut diperbantukan untuk melakukan mobilisasi pasukan. "Karena memang ada beberapa lokasi kebakaran lahan dan hutan yang sulit dijangkau lewat darat," kata Robert kepada detikcom.

    Lokasi yang sulit dijangkau saat ini adakah kawasan cagar biosfer yang tak luput dari penjarahan liar dan pembakaran lahan. Menurut Robert, nantinya heli akan membawa pasukan darat ke lokasi cagar biosfer. Karena untuk menuju ke lokasi selama ini harus lewat darat dan harus disambung dengan kapal.

    "Dengan bantuan heli ini bisa mempermudah tim Satgas untuk menuju titik sasaran. Karena kita sudah mengetahui adanya perambahan kawasan hutan dan pembakaran," kata Robert.(detik.com)

  • KINI SATGAS PENANGGULANGAN ASAP RIAU PUNYA WEBSITE KHUSUS

     

     

    PEKANBARU-Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau merilis Website seputar Informasi
    dan kegiatan Satgas. Perdana dilaunching (dioperasikan) pada Rabu (26/3/2014)
    sore, dengan alamat www.satgaspbasapriau.com,
    website ini diharap bisa menjadi rujukan bagi masyarakat seputar bencana asap
    dan Kahutla Riau.


    Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Markas TNI AU Roesmin Nurjadin
    Mayor Sus Filfadri kepada halloriau.com, Rabu (27/3/2014) menyebutkan, website
    ini dibuat untuk mempermudah penyebaran informasi kepada masyarakat.

    "Pada fitur-fitur di website ini, kita (Penerangan, red) giat
    menginformasikan seluruh kabar terbaru menyangkut penanggulangan asap Riau.
    Jadi masyarakat bisa browsing dan tahu apa perkembangan nya," terangnya di
    sela-sela kesibukan nya di posko media centre Lanud Roesmin Nurjadin.

    Dilanjutkan, tujuan lain dari website ini agar masyarakat, di manapun berada
    dapat berinteraksi dengan posko Satgas, seputar info-info layanan, Call Centre,
    pengaduan dan sebagainya. "Praktis, itu yang kita inginkan, masyarakat tak
    perlu susah lagi datang ke sini, atau bertanya-tanya seputar asap. Bahkan bisa
    sampaikan pengaduan, jika ada menemukan masalah seputar karhutla,"
    terangnya.

    Mayor Sus Filfadri menambahkan, bahwa website ini adalah alternatif lain untuk
    masyarakat Riau. "Ini adalah upaya alternatif. Sebelumnya satgas juga
    sudah membentuk posko layanan yang disebar disejumlah kawasan di seluruh
    kabupaten/kota. Tujuan nya untuk mempermudah Satgas dalam memperoleh informasi
    tambahan dari masyarakat, atau sebaliknya," tutupnya.

    Cukup klik www.satgaspbasapriau.com, maka masyarakat bisa
    tahu banyak seputar aktivitas dan informasi terkait kegiatan penanggulangan
    asap Riau. Atau bagi masyarakat yang ingin melaporkan informasi, juga bisa
    kirimkan email ke www.satgaspbasapriau@yahoo.co.id.

  • SATPOMAU LANUD ROESMIN NURJADIN GELAR OPS GAKTIB


     

    Dalam
    upaya menegakkan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) di lingkungan Lanud
    Roesmin Nurjadin, Satuan
    Polisi Militer Lanud
    Roesmin Nurjadin  melaksanakan operasi penegakkan ketertiban dan
    disiplin berlalu lintas yang dilaksanakan di jalan utama dan beberapa pos yang
    menjadi akses masuk personel Lanud
    Roesmin Nurjadin, Rabu (26/3).

     

    Pelaksanaan
    operasi Gaktibplin ini merupakan salah satu operasi yang dilaksanakan oleh
    Satpomau terhadap seluruh personel Lanud
    Roesmin Nurjadin beserta insub untuk melakukan
    pemeriksaan surat-surat dan seluruh kelengkapan kendaraan bermotor yang
    digunakan maupun kelengkapan identitas diri sebagai personel TNI AU.

     

    Selain
    bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan kedisiplinan personel, operasi ini
    juga dijadikan sebagai sarana monitoring dalam memantau sejauh mana tingkat
    kesadaran personel dalam hal ketaatan terhadap aturan-aturan berlalu lintas yang
    telah ditetapkan dan merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir
     terjadinya pelanggaran yang dilakukan personel
    Lanud
    Roesmin Nurjadin serta mengurangi terjadinya kecelakaan khususnya
    kecelakaan yang terjadi di jalan raya, demikian disampaikan Dansatpomau Lanud
    Roesmin Nurjadin, Mayor
    Pom

    Teguh Amdhi Setyawan
    .

  • 78 Prajurit TNI perkuat ke lokasi kebakaran hutan yang parah di Riau


                   

                    Satgas (26 /3/2014). Dansatgas
    Pemadaman Api dan Asap  atau Danrem  031/ WB 
    yang tergabung dalam Satgas 
    Penanggulangan Bencana Asap Riau , Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto
    perintahkan jajarannya untuk laksanakan pergeseran pasukan (serpas) guna
    perkuat pasukan TNI yang sudah ada, dalam mengatasi  kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dumai
    dan sekitarnya.  Rabo ( 26 maret 2014 ).

                Pergeseran
    pasukan TNI sebanyak 78 personel ini dianggap segera dilakukan karena
    berdasarkan pertimbangan dari pimpinan TNI/ Polri dan BNPB yang ada di Posko
    Satgas  terpadu Penanggulangan Bencana  Asap serta setelah mengadakan tinjauan
    langsung ke lokasi kebakaran yang lebih parah di wilayah Kota Dumai Kabupaten
    Bengkalis.  Serpas personel TNI dilakukan
    dengan dua tahap yang pertama pada selasa siang tanggal 25 Maret sebanyak 50
    personel TNI dari wilayah Minas ke desa Pelentung / Kota Dumai, yang berjarak
    kurang lebih 160 Km dipimpin oleh Kapten Arm Wawan.  Tahap kedua pada hari Rabo dini hari dari
    daerah Perawang ke Makodim 0303/Bkls 
    yang berjarak kurang lebih 190 Km selanjutnya akan memadamkan api dan
    asap daerah Pelintung, dibawah pimpinan Letnan dua Czi Bayu.

                Total
    prajurit TNI yang bertugas di wilayah Dumai, Pelentung, Kabupaten Bengkalis
    Riau menjadi 475 personel. Diharapkan dengan penambahan prajurit TNI ini dapat mengatasi
    kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.  Tercatat dari laporan satgas darat hari Rabo
    pagi titik api sebanyak 28 titik api tersebar di daerah Dumai, Bengkalis, Siak
    , Rohul, Pelentung dan Belawan wilayah 
    utara provinsi Riau.

  • Wadansatgas Karhutla Riau Tinjau lokasi Lahan Terbakar

     

               Wadansatgas Kebakaran
    Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, Mayjen TNI Iskandar M Sahli, S.E. beserta
    rombongan yang terdiri dari  Kapolda Riau
    Brigjen  Pol Condro Kironi SIP.SIK. dan Sekda  Provensi Riau 
    Zaini Ismail . meninjau langsung lokasi lahan kebakaran hutan di Kabupaten
    Bengkalis dan Siak .    Pekanbaru, Rabo
    (26/3/2014).

                Peninjauan langsung
    ini dilakukan berdasarkan dari laporan evaluasi yang diterima di Posko Satgas  bahwa kondisi di wilayah Kabupaten Bengkalis dan
    Siak masih terjadi kebakaran hutan dan lahan yang bisa dikatakan parah, serta
    sulit dipadamkan, walaupun pasukan dari prajurit-prajurit TNI yang ditugaskan
    memadamkan api dan asap  tiap hari bekerja
    keras tanpa lelah dengan kondisi yang ada. Tinjauan secara langsung seperti ini
    juga di maksudkan untuk melihat penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan,
    serta menggugah aparat terkait di pemerintah daerah Kabupaten untuk berperan
    aktif dilapangan agar permasalahan yang menyangkut kebakaran hutan dan lahan
    dapat segera di atasi secara tuntas dan berkesinambungan.

                Dalam
    tinjauan di Kabupaten Bengkalis, rombongan diterima oleh Bupati Bengkalis H
    Herlyan Soleh dan Wakilnya , Bupati memaparkan tentang kesiapan aparatnya dalam
    menghadapi bencana asap serta upaya- upaya yang sudah dilakukan untuk menindak
    tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayahnya.  Rombongan selanjutnya meneruskan tinjauannya
    ke Kabupaten Siak diterima oleh Wakil Bupati Siak  Alfedri dan langsung menuju ke ruang rapat
    untuk memberikan pengarahan didepan aparat Kabupaten Siak. Wadansatgas dan
    rombongan secara bergantian memberi pengarahan, dalam arahanya antara lain Wadansatgas
    mengatakan bahwa, agar aparat terkait di kabupaten untuk saling bahu-membahu
    bekerja keras mengatasi masalah api dan asap, jangan hanya mengandalakan
    bantuan dari pusat dalam pemadaman api dan asap baik dari TNI/Polri, agar
    kerjanya dilaksanakan secara bergotong royong , laksanakan sosialisai kepada
    masyarakat tentang bahaya kebaran hutan dan lahan.

  • SATGASUD PENANGGULANGAN BENCANA ASAP RIAU TERUS OPTIMALKAN TMC DAN WATER BOMBING

     

                Pesawat Hercules C-130 dari Skadron
    Udara 31 kembali menyemai awan dengan menaburkan 3 Ton Nacl (garam) diwilayah
    udara kabupaten Rohil, Dumai dan Siak. Sedangkan untuk pesawat Cassa PK-TLE
    menyemai 1 Ton Nacl di wilayah Dumai. Sementara itu tiga helikopter yang
    dioperasionalkan Satuan Tugas Udara Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau
    melaksanakan Water Bombing di daerah Dumai, Bengkalis, Pelintung dan Kerumutan.
    Demikian disampaikan Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andyawan. M.P, S.IP
    selaku Dansatgasud pada saat rapat evaluasi Satgas, Senin sore (24/3) di media
    center Lanud Rsn.

                Hingga hari Senin (24/3) Satgasud
    telah menaburkan 75.900 Kg Nacl diseluruh wilayah udara provinsi Riau dengan 35
    sorties penerbangan menggunakan pesawat Herkules C-130 dan Cassa PK-TLE. Sedangkan
    untuk Helikopter telah melaksanakan 3.074 kali Water Bombing dengan menggunakan
    8 unit helikopter. Berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA pada Senin (24/3)
    pukul 17.00 terdapat lima titk Hotspot yang ada di provinsi Riau. masing-masing
    berada di Siak satu titik, bengkalis satu titik dan tiga titik di daerah Rohil.
    Jumlah titik Hotspot ini terus berkurang dengan tingginya curah hujan yang
    terus mengguyur sejumlah daerah di provinsi Riau. hal tersebut berdampak
    positif terhadap kualitas udara yang menunjukkan kategori baik.

                Untuk hari ini seluruh pesawat helikopter
    yang dioperasionalkan Satgasud terus memadamkan titik api dan asap. Pesawat
    Herkules C-130 dan Cassa Pk-TLE kembali akan menyemai awan untuk memodifikasi
    cuaca agar awan-awan yang disemai menghasilkan hujan buatan.

  • Prajurit TNI di Satgas Bencana Asap Siang Padamkan api dan asap Malam harus Patroli


     

     

    Wadansatgas  Penanggulangan Bencana Asap Riau Mayjen TNI
    Iskandar M Sahli, S.E. pimpin  rapat
    koordinasi didepan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas. Di ruang rapat
    Posko Satgas  Lanud TNI AU Roesmin
    Nuryadin Pekanbaru Riau. Senin(24/3/2014).

    Dalam arahannya Wadansatgas mengatakan
    bahwa prajurit TNI yang bertugas dalam pemadaman api dan asap, setelah siang
    laksanakan pemadaman api dan asap , pada malam hari juga harus laksanakan
    patroli di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Patroli pada malam hari
    harus dilakukan karena diindikasikan ada oknum masyarakat yang sengaja membakar
    lahan pada malam hari karena setelah dipadamkan pada siang hari besok paginya
    timbul lagi titik api maupun asap. Berdasarkan laporan evaluasi dan rencana
    kegiatan hingga hari senin tanggal 24 Maret 2014 pagi tadi titik api terpantau
    di satelit NOAA bertambah menjadi 21 titik di daerah Bengkalis, Dumai, inhil,
    Meranti, Pelelawan, Rohil dan Siak.

     Kegiatan tugas patroli malam hari seperti ini
    bagi prajurit TNI bukan hal yang berat karena dalam laksanakan latihan maupun
    tugas operasi, kegiatan siang dan malam sudah menjadi prosedur tetap (Protap)
    yang sudah dipahami setiap prajurit TNI dl tempat tugas.  Hanya beda yang dihadapi kalau operasi atau
    latihan yang  dihadapi adalah musuh
    tetapi dalam tugas ini musuhnya adalah api dan asap dan situasi serta kondisi.

     Selanjutnya Wadansatgas juga mengatan bahwa kegiatan
    sosialisasi di wilayah terus dilaksanakan untuk menyadarkan masyarakat jangan
    sampai membakar hutan maupun lahan.

  • UPACARA BENDERA MINGGUAN DI LANUD ROESMIN NURJADIN

     

    Segenap
    personel di jajaran Lanud Roesmin Nurjadin beserta Insub melaksanakan Upacara
    Pengibaran Bendera Mingguan setiap
    hari Senin yang
    di laksanakan di Main Apron Baseops Lanud Roesmin
    Nurjadin, Senin (
    24/3).,  bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan
    Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andyawan, MP. S.IP.

    Dalam sambutannya, Danlanud
    menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluru personel yang telah mendukung
    kegiatan Satgas Penanggulangan bencana Asap di Provinsi Riau. Berkaitan dengan
    hal tersebut Dalanud menghimbau kepada seluruh warga Lanud Rsn agar tidak
    terlibat pembakaran lahan.   Tetap menjaga kebersihan lingkungan
    perkantoran dan perumahan serta sikap disiplin selalu di tingkatkan, lanjut
    Danlanud.

    Upacara yang berlangsung khidmat tersebut turut diikuti oleh seluruh
    pejabat jajaran Lanud Rsn dan Insub dengan petugas upacara dari Staf Logistik .
    Adapun yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kapten
    Tek M. Novrianka, sedangkan pengucap Sapta Marga adalah Serda Novri dan pengucap Sumpah Prajurit adalah Prada Ilham Efendi.

  • Pasukan Darat Berjuang keras memadamkan titik api di Bengkalis Riau


     

     Dansatgas PRC-PB TNI Kolonel Inf Widjanarko
    S.Sos yang tergabung dalam Satgas Terpadu Penanggulangan Bencana Asap Riau
    dibawah Satgas Penanggulangan Bencana Api dan Asap  memerintahkan unsur-unsur pasukan dibawahnya
    agar menfokuskan pemadaman titik api yang ada di daerah Bengkalis.  Minggu (23/3/2014).

    Lettu Czi Dimas
    Y sebagai Komandan Peleton (Danton)  anggota peronel PRC-PB dengan  26 orang prajurit TNI yang ditugaskan di
    wilayah Kodim 0303/ Bengkalis ,tepatnya daerah Medang Kampai berjuang terus memadamkan
    api yang masih menyala dengan  kondisi
    yang ada.  Menurut  lettu Dimas yang sedang memimpin anggota
    prajuritnya di lapangan bahwa lahan gambut yang terbakar kurang lebih luasnya
    50 hektar,  dengan medan berupa ladang
    gambut yang berbukit dan jurang serta struktur tanah yang miring ditambah
    tiupan angin yg berubah-ubah memang bisa dikatakan sulit untuk dipadamkan. Satu
    titik api yang terpantau dari satelit udara BNPB ,panjangnya kurang lebih 5
    sampai dengan 10 meter di darat.

     Dengan peralatan berupa 3 unit mesin pemadam (
    Robin) secara bergantian Lettu Dimas terus pimpin laksanakan pemadaman, bila
    angin tiba-tiba bertiup kencang bisa menyulitkan anggotanya untuk penyemprotkan
    air. Bila api di semprot dengan air maka 
    api tidak langsung padam bisa dibawa angin pindah ( loncat ) ke lahan yang
    kering dan api bisa pindah ke lahan  gambut yang lain. Sebelum air di semprotkan
    maka harus dipikirkan tentang arah tiupan angin agar semprotan air tepat  sasaran.  Dan bila angin kencang maka penyemprotan api
    harus pindah ke bagian ujung titik api yang terbakar , dengan medan yang kadang
    miring dan berbukit .  Ujar Dimas !

    Sebagai
    prajurit TNI yang sudah terlatih dilapangan, Lettu Dimas beserta anggota
    prajuritnya masih tetap semangat ,  kondisi moril tinggi dalam melaksanakan tugas
    melawan api dan asap yang di targetkan api padam asap hilang di Riau